Posts

Showing posts from November, 2014
Loading...
Loading...

Benci ~ Benar-benar Cinta bag 3 by Ike Kuscahyan

Image
Benci ~ Benar-benar Cinta bag 3 by Ike Kuscahyani.  Jodha meraih tangan Jalal lalu berkata jangan khawatir yang mulia aku baik-baik saja. Jodha seperti luluh melihat Jalal begitu khawatir dan perhatian padanya. Jodha merasa bahwa apa yang di katakan Moti benar bahwa Jalal ada perasaan padanya. "Aku akan pergi meninggalkanmu ratu jodha agar kau bisa beristirahat." kata Jalal. Ketika jalal akan berdiri jodha memegang tangan Jalal dan berkata shensya apakah kau tidak keberatan jika menemaniku disini? Jalal tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Jodha bergeser seakan memberi ruang untuk Jalal. Jalal tidur disamping jodha, Jodha merebahkan kepalanya didada jalal. Jodha merasa kan kedamaian yang tak pernah dia bayangkan. "Shensya kau pasti bertanya2 kenapa aku bersikap seperti ini?" kata jodha. "Ya ratu jodha aku seakan tidak percaya" kata Jalal sambil membelai rambut istri yang sangat dicintai tapi tidak mudah dimiliki. Setelah apa yang aku lalui selama di…

Benci~Benar-benar Cinta bag 2 by Ike Kuscahyani

Image
Benci~Benar-benar Cinta bag 2 by Ike Kuscahyani. "....katakan pada kaisar aku akan menikah dengannya jika aku diperbolehkan tetap memeluk agamaku." ucap jodha. Singkat cerita pernikahanpun dipersiapkan. Semua syarat jodha dipenuhi karena selain untuk kepentingan politik, Jalal sudah jatuh hati pada jodha. Tibalah hari pernikahan... Jodha yang belum mengetahui bahwa orang yang akan menikah dengannya adalah orang yang mencuri tidurnya sangat gelisah dan juga marah. Walau dia berjanji untuk berkorban demi rakyatnya tapi hatinya tetap tidak bisa terima karena dia akan menjadi istri seorang Mughal dan istri dari seseorang yang kejam. Tak terasa airmata jodha menetes. Moti berusaha menghiburnya. Iring2an pengantin pria sudah tiba, Jodha diantar ketempat upacara. Jalal yang memang sudah suka dengan jodha tak bisa menyembunyikan kegembiraannya walau berusaha dia tutupi. Jodha dan Jalal di panggil untuk sama2 melihat pantulan wajah di air, jodha sangat terkejut melihat siapa yang men…

Benci ~ Benar-Benar Cinta by Ike Kuscahyani

Image
Benci Benar-Benar Cinta by Ike Kuscahyani.  Hari Ini putri Amer Jodha berulangtahun. Jodha sangat gembira karena hari Ini dia diijinkan untuk pergi keluar istana. Jodha sudah bangun dipagi hari, dia melakukan puja dan mengikuti ritual yang slalu dilakukan jika jodha ulangtahun. Setelah semua selesai Jodha meminta ijin untuk keluar. Dengan ditemani beberapa prajurit dan pelayan jodha berjalan keluar istana dia ingin menyapa rakyatnya dan pergi ke pasar. Jodha memang sangat senang jika bertemu langsung dengan rakyatnya mendengarkan keluh kesah mereka yang pasti akan disampaikan ke ayahnya raja Bharmal. Tetapi hari itu jodha tidak menyadari bahwa dia juga sedang menyusuri benang merah. Benang merah yang menuju pada cinta abadinya. Cintanya pada kaisar Mughal Jalalludin Muhammad. Ditempat yang sama, Jalal yang saat itu menyamar tanpa sengaja menabrak jodha yang berjalan berlawanan arah dengannya. Jalal dan Jodha saling memandang. Mereka seperti tersihir satu sama lain. Dalam hati Jalal be…

Perjalanan Cinta by Ike Kuscahyani.

Image
PERJALANAN CINTA by Ike Kuscahyani.  Agra diguyur hujan dari pagi. Langit masih terlihat hitam dan mendung masih menggantung dilangit. Kaisar sedang ada rapat dengan para menterinya, jodha sedang sibuk membaca dikamar ditemani Moti. Sore menjelang tapi hujan masih turun sehingga Agra semakin dingin tiba-tiba jalal masuk ke kamar jodha dengan rambut dan baju yang basah karena terkena hujan waktu menuju hareem. "Yang mulia anda basah semua." kata jodha yang segera mengambilkan kain kering untuk mengeringkan rambut jalal. Jodha lalu menyuruh Moti untuk mengambil baju ganti dikamar jalal. Moti datang membawa baju jalal dan kemudian dia pamit pergi, diluar Moti menyuruh pelayan dan penjaga untuk tidak mengganggu jodha dan jalal dan itu selalu dilakukan Moti setiap jalal dikamar jodha (trims Moti tau aja). "Yang mulia cepat lepas baju dan ganti dengan yang kering supaya kau tidak sakit." kata jodha. Jalal melepas baju dibantu jodha dan berganti dengan yang kering. Jalal …

Panah Asmara Shahenshah by Fatimah Zahra

Image
Panah Asmara Shahenshah by Fatimah Zahra. Hujan sangat lebat diluar istana. Cuaca yang sangat dingin bertepatan dengan Musim dingin tahun ini. Jodha merapatkan dupattanya, ia sedang melamun di depan jendela dan memandang hujan diluar. Beberapa hari yang lalu ia baru saja sembuh dari racun Benazir yang membuatnya pingsan selama seminggu. Jodha mulai mengingat bagaimana Raja Jalal sangat marah padanya karena menuduh Benazir wanita beracun saat itu, hingga memutuskan untuk tidak menemui Jodha lagi, walau dia mati sekalipun. Jodha meraba dadanya yang terasa sakit mengenang kejadian itu. Demi orang yang mengikat janji suci pernikahan dengannya, ia rela mempertaruhkan nyawanya, tapi lihat yang dilakukan Kaisar, ia bahkan tidak mempercayai istrinya sendiri. Tapi aneh, mengapa Jodha mau melakukan itu, sudah benar-benar cinta kah ia pada sang Kaisar. Jodha menepis sendiri perasaannya, dan meyakinkan dirinya bahwa ia hanya melakukan kewajibannya untuk selalu melindungi Kaisar. Tapi tetap saja i…

Malam Pertama: Arti Mencinta! bag 4

Image
Malam Pertama: Arti Mencinta! bag 4. Hari sudah pagi. Moti berlari-lari kecil menuju kamar Jodha. Dia kemarin lupa menyiapkan persediaan Ghee untuk melakukan arti. Moti berharapp Jodha belum melakukan puja. Moti bernafas lega, ketika melihat mandir masih tertutup. Moti mendekati tempat tidur, memanggil nama Jodha dan membuka tirai. Moti terkejut saat dia melihat Jalal berbaring disana dengan memeluk Jodha. Jalal sudah bangun dan memberi tanda pada moti agar tidak berisik. Dengan isyarat Jalal menyuruh Moti mendekat. Moti mendekati Jalal dari sisi terdekat tempat tidur. Jalal dengan suara lirih memberi perintah, "tolong jaga di pintu. AKu tidak ingin siapapun masuk dan menganggu tidur ratu Jodha." Moti mengangguk dan pergi. Jodha masih terlelap dalam tidurnya. Dia miring ke samping memunggungi Jalal. Jalal melingkarkan satu tanganya ketubuh jodha sedang tangan lainnya menyanggah kepalanya sehingga psosisi kepala Jalal lebih tinggi dari kepala Jodha. Dengan cara itu dia bisa m…

Malam Pertama: Arti Mencinta! bag 3

Image
Malam Pertama: Arti Mencinta! bag 3.  Keesokan harinya, Jodha menyuruh Moti memanggilkan Hakim Saiba. Wanita tua yang ramah itu datang menemui Jodha dengan senang hati. Hakim Saiba bertanya ada perlu apa Jodha memanggilnya. Jodha menyuruh Hakim Saiba duduk dan menyuruh Moti pergi meninggalkan mereka berdua. Moti menurut.  Jodha duduk di dekat Hakim Saiba, dia membisikan sesuatu  di telinga wanita paruh baya itu. Hakim Saiba terlihat kaget danmenatap Jodha dengan tatapan menyelidik. Di pandang begitu, Jodha menjadi tersipu malu. Hakim Saiba terlihat bingung sesaat, tapi melihat tatapan penuh harap di mata Jodha, akhirnya dia mengangguk.  Hakim saiba bertanya, "kapan anda akan menggunakannya, nyonya?"  Jodha dengan malu-malu tapi penuh harap balik bertanya,  "malam ini bisa?"  Hakim Saiba mengangguk, "baiklah, nanti sore suruh pelayamu datang, mengambilnya."  Jodha mengangguk. Hakim saiba berkata, kalau tidak ada urusan lagi dia mau pergi. Jodha mengucapkan…

Malam Pertama: Arti Mencinta! bag 2

Image
Malam Pertama: Arti Mencinta! bag 2 by Tim SJA. Jodha galau ...sangat galau. Hatinya tidak tenang. Pikirannya serabutan. Telah berhari-hari dia berdiam dikamar dan hanya keluar untuk mengunjungi Salima, Hamida dan melakukan Tulsi Puja. Jodha berpikir dan terus berpikir, bagaimana menaklukan pikirannya dan memenangkan perasaanya. Tapi dia belum juga menemukan jalan keluarnya. Hanya jalal yang setiap malam masih dengan rutin mengunjunginya, meski tidak lagi menanyakan pertanyaan yang dulu selalu ditanyakannya, "apakah kau sudah siap menerimaku?" Sudah beberapa hari Jalal tidak lagi bertanya. Dia hanya datang untuk mengucapkan selamat malam lalu pergi. Jodha merasa bersalah dan tersiksa dengan pikirannya sendiri. Tak tahu harus berbuat apa. Pagi itu, Jodha sedang membaca Bhagavad Gita ketika Moti datang sambil membawakan sebuah nampan berisi gelas minuman. Moti menyodorkan cangkir itu pada Jodha sambil berkata, "minum ramuan ini, Jodha. Ini akan menghangatkan badanmu dan m…

Malam Pertama: Arti Mencinta!

Image
Malam pertama : Arti Mencinta! Jodha telah kembali ke Agra dengan kemauannya sendiri karena dia ingin bersama Jalal. Karena kebaikan yang di lakukannya pada Shivani dan Tej atau pada para penganut agama hindu dengan menghapus pajak ziarah telah memenangi hati Jodha.  Jodha tak lagi  merasa malu karena menikahi pria kejam dan tidak berperasaan. Kini dia dengan terang-terangan mengakui kalau dia mencintai Jalal.... tepat di depan jalal. Lalu Jalal bertanya, "kalau ada cinta kenapa ada jarak?" Ketika Jalal maju mendekatinya, Jodha mundur menjauhinya. Ketika Jalal mendekatkan tubuhnya, Jodha menahannya dengan mendorong dada Jalal. Dalam hati Jodha mencintai Jalal dan ingin bersamanya. Tapi pikirannya menolak. Jalal bukan hanya suaminya, tapi suami dari banyak wanita. Jodha belum bisa menerima kenyataan itu.  Melihat Jodha menghindar dan menolak dirinya, dengan lembut Jalal bertanya, "kalau kau mencintaiku kenapa kau menghindar dariku?"  Jodha menunduk, menyembunyikan w…
loading...