Posts

Showing posts from February, 2015
Loading...
Loading...

Bila Saatnya Tiba bag 49 by Sally Diandra

Image
Bila Saatnya Tiba bag 49 by Sally Diandra. Nigar sudah sampai didepan pintu ruang kerja Jalal, dirasakannya tangannya basah ketika membawa cangkir kopi untuk Jalal, kemudian diketuknya pintu ruang kerja Jalal perlahan, dari arah dalam ruangan terdengar suara Jalal yang menyuruhnya masuk, dari kejauhan bibi Maham Anga memperhatikan dirinya sambil mengacungkan kedua jempolnya dengan senyumannya yang lebar, Nigar bergidik melihatnya kemudian dibukanya pintu ruang kerja Jalal, dilihatnya Jalal masih asyik dengan laptopnya, Nigar cukup lama diam mematung memperhatikan Jalal ketika sudah menutup ruangan tersebut “Apa yang harus aku lakukan ? Apakah aku harus melaksanakan perintah bibi Maham Anga ?” bathinnya dalam hati, sesaat dirabanya disaku celananya yang sebelah kanan, obat semprotnya masih aman ada disana, kemudian beralih ke saku celananya yang terletak dibelakang, ponselnya juga masih aman disana, perlahan Nigar mendekati Jalal “Ooh Nigar, taruh disini saja kopinya !” Jalal menunjukk…

Bila Saatnya Tiba 48 by Sally Diandra

Image
Bila Saatnya Tiba 48 by Sally Diandra. Semenjak pulang dari pulau Maluk, setiap hari Jalal selalu pulang malam selalu lebih dari jam 10 malam, hal ini membuat bibi Maham Anga resah karena rencana yang sudah dia susun sebaik mungkin tidak bisa segera terlaksana tapi hari ini dihari ke empat sejak kepulangan Jalal, bibi Maham Anga sudah membulatkan tekad untuk meminta Jalal agar pulang tidak terlalu malam. Pagi itu ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi, bibi Maham Anga segera mengungkapkan maksudnya “Jalal, apakah hari ini kamu akan pulang malam lagi ?” ujar bibi Maham Anga sambil menikmati sarapan paginya, sementara Jalal sedang asyik menikmati teh panasnya sambil membaca surat kabar, Jalal tidak menjawab pertanyaan bibi Maham Anga, bibi Maham Anga sedikit kesal dengan perlakuan Jalal “Jalal ... Kamu dengar pertanyaanku ?” tak lama kemudian Jalal menoleh kearah bibi Maham Anga “Ada apa, bibi ?” Nigar merasa was was, sarapan pagi ini terasa hambar baginya “Aku tadi tanya, apakah h…

Bilas Saatnya Tiba bag 47 by Sally Diandra

Image
Bila Saatnya Tiba bag 47 by Sally Diandra. Satu minggu kemudian, setelah Jalal merasa kondisi Jodha dan anak anaknya baik, Jalal memutuskan untuk pulang ke Jakarta untuk kembali mengurus perusahaannya, sementara Jodha masih tetap harus bertahan dipulau Maluk hingga 2 bulan kedepan demi kondisi kesehatan kedua anaknya yang lahir prematur, Jodha bertahan dipulau Maluk bersama ibu Hamida, ibu Meinawati, Bhaksi, Sukaniya dan Shamshad sedangkan Jalal pulang ke Jakarta bersama Todar Mal dan Mirza. Pagi itu ketika Jalal sedang bersiap siap untuk pulang, tiba tiba Shagnui Bai, dukun beranak yang menolong Jodha melahirkan berbisik ke arah Jodha “Sebaiknya suamimu jangan pulang sekarang, nyonya” saat itu Shagnui Bai sedang memandikan si kembar Hussain dan Aram “Memangnya kenapa, bu ?”, “Ada masalah yang akan dia hadapi disana”, “Maksudmu ?” Jodha semakin penasaran dengan ucapan Shagnui Bai “Aku tidak bisa mengatakannya, nyonya ... Tapi yang pasti suamimu itu sedang dalam bahaya” tepat pada saat…

Takdir bag 60 by Tahniat

Image
Takdir bag 60 by Tahniat. Di Agra keluarga Jalal dan Keluarga Jodha berkumpul di rumah Jalal. Begitu pula teman-teman dekatnya seperti Rahul dan Freya. Dan yang paling mengejutkan adalah, Ayah Jodha, Tuan Ram Kapoor dan Menawati juga datang. Begitu Jodha turun dari Mobil, Hamida bano segera menyongsongnya. hamida memeluk dan mencium kening Jodha, lalu memberkatinya. Saat melihat perut Jodha yang besar, mata Hamida berkaca-kaca.

Dia menyentuh dan mengelusnya dengan lembut. Tiba-tiba dengan tatapan yang di sadis-sadiskan Hamida berkata dengan nada mengancam, "kau harus menjaga cucu ku dengan baik, Jodha. Jika terjadi sesuatu, aku tidak akan memaafkanmu...!" Jodha tahu ibu mertuanya hanya bercanda karena itu dia hanya tertawa sambil menganggukan kepala. Hamida belum selesai, sambil merangkul bahu Jodha dia kembali berkata, "..dan jika kau marah pada Jalal, atau Jalal menyakitimu,... datanglah ke rumah, jangan kabur lagi. Kau tidak tahu kegelisahan seperti apa yang kau beri…

3 Wajah 1 Cinta bag 2 by Meysha Lestari

Image
3 Wajah 1 Cinta bag 2 by Meysha Lestari. Begitu tiba di bandara Indira Gandi, Jodha melanjutkan penerbangan ke Agra. Sampai di Agra, Ruqaiya sudah menantinya. Melihat Jodha, Ruq segera berlari memeluknya dengan penuh kerinduan, "I miss you, Jodha.  Salima didi juga titip satu ciuman untuk  mu. Dia sedang pergi studytour dengan murid-muridnya ke Simla."  Ruq mencium kedua pipi Jodha secara bergantian. Jodha balas mencium kening Ruq dan memeluknya dengan kerinduan yang sama. Ruqaiya membantu Jodha menarik travel bag  menuju ke mobilnya. Melihat Jodha hanya diam selama perjalanan, Ruq tergoda untuk bertanya, "bagaimana liburannya, Jo? have fun?" Tanpa semangat Jodha mengangguk. Ruq jadi penasaran, "apa terjadi sesuatu di sana? Kau masih belum bisa melupakan Surya?" Jodha menatap Ruq, Ruq balas menatapnya. Dengan masam Jodha tersenyum, "aku sudah melupakan Surya." Ruq bertanya, "lalu kenapa wajahmu terlihat murung begitu? Bukankah pulang dari b…

3 Wajah 1 Cinta bag 1 by Meysha Lestari

Image
3 Wajah 1 Cinta bag 1 by Meysha Lestari.  Mempunyai teman dalam kesedihan mungkin lebih baik daripada hanyut dalam kesepian, itulah yang di pikirkan Jodha saat itu, sehingga dia mau turun ke tepi pantai untuk menemui Jalal dan menikmati cahaya Zodiak yang akan muncul begitu matahari terbenam. Kamari terletak di pesisir timur pulau Santorini. Tidak ada sunset di sana, yang ada hanyalah Fenomena Sunrise yang indah. Senja hari, pengunjung dapat melihat keindahan cahaya Zodiak yang memancar dari ufuk barat. Begitu melihat Jodha keluar dari pintu kamar hotel, jalal segera berlati menghampirinya dan menyapa dengan ramah."There you are! Akhirnya kau turun juga nona....." Jalal menunggu dengan rasa ingin tahu kalau-kalau Jodha mau menyebutkan namanya.  Jodha sambil tersenyum menyebutkan namanya, "Jodha... Jodha Bai." jalal membelalakan matanya yang indah. Dengan gaya yang sopan dan memikat, Jalal mengulurkan tangannya, "Aku James... james Bond!" Kini giliran Jodh…

Bila Saatnya Tiba bag 46 by Sally Diandra

Image
Bila Saatnya Tiba bag 46 by Sally Diandra. Keesokan harinya begitu matahari menyembul dari peraduannya, Jodha sudah terbangun, dilihatnya Jalal masih tertidur pulas disebelahnya, deburan ombak di pantai Maluk terdengar bagaikan nyanyian nina bobok yang mampu menyenyakkan tidur suaminya, apalagi berada jauh dari dunia luar, jauh dari segala macam kebisingan dan hiruk pikuk suasana kota, membuat Jodha merasa betah ditempat tersebut dan sebelum beranjak turun dari tempat tidurnya, diciumnya kening suaminya sambil berbisik “Happy anniversary sayang ...”, “Happy anniversary too” Jalal menjawab bisikan Jodha, Jodha tersenyum melihat suaminya yang berkata kata sambil memejamkan matanya “Kamu sudah bangun ?” Jalal langsung membelalakan matanya dengan jenaka “Siapa yang bilang aku tidur ?” Jodha langsung mencubit pipi Jalal lalu bergeser hendak turun dari tempat tidur namun Jalal segera menyambar lengan Jodha “Kamu mau kemana, bentar dulu aku kan belum menyapa anak anakku” Jodha teringat kalau…

Bila Saatnya Tiba bag 45 by Sally Diandra

Image
Bila Saatnya Tiba bag 45 by Sally Diandra. Satu bulan kemudian menjelang ulang tahun pernikahan Jalal dan Jodha yang pertama, Jalal sudah menyiapkan sebuah hadiah yang tidak akan pernah Jodha duga sebelumnya “Sudah siap semuanya, sayang ?” Jodha mengangguk mantap “Memangnya kalian mau kemana, Jalal ?” ibu Hamida sangat mengkhawatirkan kondisi Jodha “Kasihan Jodha, dia kan sedang hamil besar, mau kamu ajak kemana dia, Jalal ?”, “Ini surprise, ibu kalau aku katakan padanya saatnya ini namanya bukan surprise”, “Tidak apa apa, ibu ... Insyaallah anak anakku ini tangguh, lagian kemarin aku sudah cek ke dokter Salima dan aku juga sudah menanyakan soal perjalanan spesial Jalal ini, katanya aku boleh berpergian asal tetap bawa beberapa makanan khusus yang biasa aku konsumsi untuk asupan energi si kembar dan banyak minum air putih” Jodha berusaha meyakinkan ibu Hamida “Ya sudah lah, ibu doakan semuanya baik baik saja, semoga semuanya lancar, tapi dokter Salima sudah memberikan surat rekomendas…

Takdir bag 59 by Tahniat

Image
Takdir bag 59 by Tahniat. Jalal duduk di meja makan menunggu sarapan yang sedang di siapkan Jodha sambil menyentuh layar ipadnya. Jalan memecah kesunyian dengan berkata, "kita pulang ke Agra hari ini. Aku sudah pesan tiketnya. Flight jam 11 siang. Bersiap-siaplah Jodha..." Jodha menyodorkan sepiring french toast dan secangkir cappucino ke depan Jalal, "apakah Surya tahu?" Jalal menganguk, "dia yang membelikan tiketnya. Saat ini, dia sedang dalam perjalanan kemari.." Jodha tersenyum, "nikmati sarapanmu. AKu akan bersiap-siap." Jodha hendak beranjak pergi ketika Jalal menahanya dengan meraih pergelangan tanganya, "temani aku dulu. Ada yang ingin ku katakan." Jodha menurut . Dia menarik kursi yang ada di samping Jalal, lalu duduk menunggu. Jalal menelan roti yang menyumpal mulutnya dan menyeruput kopinya. Menarik nafas perlahan, lalu berkata, "sejak kita menikah, aku tak pernah memberi ketenangan padamu. AKu selalu memberimu masalah d…
loading...