Posts

Showing posts from March, 2015
Loading...
Loading...

Rendezvous bag 6 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 6 by Sally Diandra. Pesta perkawinan emas tuan Humayun dan nyonya Hamida berlangsung sangat meriah, keluarga dan tamu tamu undangan sangat menikmati acara demi acara yang dihelat mulai pagi itu. Jodha bisa melihat rona kebahagiaan diwajah keluarga kaya tersebut melalui wajah wajah mereka yang tersenyum merekah “Seneng ya, Za ... punya keluarga seperti mereka, keluarga besar, rukun dan punya segalanya, anak anaknya pun sukses semua” Zakira yang saat itu berdiri disamping Jodha yang berdiri agak jauh dari mereka cuma menganggukkan kepalanya “Tapi kalau aku boleh tahu, ada apa sih kamu dengan tuan Jalal ?” Zakira mulai curiga dengan tingkah laku Jodha “Aku ? Dengan tuan Jalal ? Hhh ... nggak ada apa apa, Za .. sumpah !”, “Tapi kalau aku perhatikan tadi, sepertinya tuan Jalal ada sesuatu sama kamu” Jodha jadi salah tingkah didepan Zakira “Aaah itu kan cuma perasaan kamu saja, Za ... sudahlah, lho mereka mau kemana ?” saat itu semua orang didalam tenda keluar dari dalam tend…

Rendezvous bag 5 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 5 by Sally Diandra.  Sejak insiden di event Salima, Jodha merasa harus selalu memasang kuda kuda bila nanti dia bertemu lagi dengan si Mr. Everything pada event event yang digarap oleh Madam Benazir, namun untungnya selama 3 minggu kedepan Jodha bisa bernafas dengan lega karena beberapa event yang dihelatnya tidak menampakkan sedikitpun sosok Jalal, Jodha selalu berdoa semoga saja dievent event selanjutnya dirinya tidak bertemu lagi dengan mister gondrong berambut merah, namun doa Jodha ternyata tidak bertahan lama karena ketika team EO Madam Benazir menggarap event perkawinan emas seorang dokter bedah ternama di kota kelahirannya itu, Jodha kembali bertemu dengan Jalal yang notabene adalah penasehat finansial sang dokter yang tak lain adalah ayahnya sendiri, Jodha tidak menyadari kalau event yang digarapnya kali ini adalah di tempat Jalal sendiri. Beberapa jam sebelum mereka berangkat ke venue, tiba tiba didalam mobil Madam Benazir memperingati Jodha kembali “Ingat, Jo…

Rendezvous bag 4 by Sally Diadra

Image
Rendezvous bag 4 by Sally Diadra. Keesokan harinya sekitar pukul setengah 2 siang ... Jodha sudah siap di venue event Salima, semua dekorasi sudah tertata rapi, pihak catering juga sudah siap sejak jam 12 siang tadi, semua sudah siap, Jodha mengecek satu persatu semua persiapan yang dibutuhkan untuk event Salima, sekilas Jodha melirik pada jam tangannya sambil berjalan mondar mandir diruangan, tiba tiba Salima datang menghampirinya dengan gelung rambut diatas dahinya “Mau bagaimanapun bentuk rupanya, wanita ini memang cantik luar dalam, pantas saja tuan Jalal suka dengannya, mereka memang sepadan” Jodha bergumam seorang diri mengagumi kecantikan Salima. “Jodha, apa Rahim belum datang ?”, “Belum, nyonya tapi dari tadi saya siap disini, nanti kalau dia sudah datang, nanti saya antar ketempat anda”, “Oh iya, itu lebih baik, aku tunggu di ruang rias ya, kemarin aku sudah cerita kedia kalau dia akan kamu temani, terima kasih ya, Jodha” Jodha menganggukkan kepalanya dengan tulus dan Sal…

Rendezvous bag 2 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 2 by Sally Diandra. Begitu Jalal dan Sujamal keluar dari toilet, dilihatnya disana Jodha sedang duduk disebuah sofa yang terletak dilorong menuju ke toilet sambil memijat mijat dahinya dengan satu tangannya, sementara tangan yang lain memegangi kacamatanya yang terjuntai kebawah dengan mata terpejam sementara headsetnya masih berada ditelingannya “Kamu sakit kepala ?” Jodha segera mendongak dan langsung berdiri kemudian dikenakannya lagi kacamata minusnya “Tidak, saya tidak pusing, bagaimana tuan ... apa harus saya cuci baju anda ini ?” Jodha mencoba mengalihkan pembicaraan dan menunjuk ke kemeja Jalal yang agak basah sebagian “Tidak usah, sudah aku bersihkan nodanya, tidak apa apa”, “Maaf, kalau saya terburu buru tadi ...” tiba tiba headsetnya berbunyi, suara Maan Sigh kembali terdengar “Jodha, kamu dimana ? Madam Benazir mencari kamu dan lagi acara puncak 10 menit lagi, cepat kepanggung !” Jodha mengangguk anggukkan kepalanya sambil memegangi headset ditelinganya “Oke…

Rendezvous bag 3 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 3 by Sally Diandra. Sore itu Jodha masih bersama dengan Moti sahabatnya sejak SMA sedang asyik berbelanja disebuah toko yang menyediakan bahan makanan. “Jo, gimana kalau kita ngopi ngopi dulu di cafe depan ? Kamu bisa kan ? pleaseee ... soalnya aku harus nunggu jemputan Todar Mal nih” sesaat Jodha terdiam sambil menatap kewajah Moti yang memasang muka memelas yang membuat Jodha tidak tahan untuk menolaknya. “Pleaseee, Jo ... masa kamu tega sih menelantarkan ibu hamil seperti ini sendirian, pleaseee ...”, “Iyaaa, deh ... aku temenin, apa sih yang nggak buat kamu dan lagi aku juga udah lama nggak ketemu sama suamimu, terakhir kapan ya ? 6 bulan yang lalu yaa ? Hahahahahaha ...” Jodha tertawa terbahak bahak “Yaaa ampun, Jodha ... ternyata kamu jahat juga yaa, ternyata sudah selama itu yaa kita nggak ketemu, apa kamu nggak kangen sama aku ? Aku tu selalu kangen sama kamu tau !” ujar Moti sambil meninju bahu Jodha, Jodha terus tertawa terbahak bahak sambil pura pura ke…

Rendezvous bag 1 by Sally Diandra

Image
RENDEZVOUS chapter 1. Sepeninggal Jodha dari hadapan mereka, Jalal kembali ke tempat duduknya, sebuah kursi putar didepan meja mini bar, Benazir yang duduk disebelahnya langsung menggenggam lengannya “Bagaimana, darling ... seperti yang aku katakan tadi sebelum Jojo menyela pembicaraan kita, kamu mau kan membantu teman teman sosialitaku yang lain, dia juga membutuhkan bantuanmu” sesaat Jalal hanya diam saja, tidak menggubris permintaan Madam Benazir, bahkan ketika nama Jojo disebut, Jalal kembali memikirkan pertemuannya barusan dengan Jodha, seorang gadis yang old fashion, introvert, konservatif namun memiliki karakter wajah yang cukup kuat. Jodha memang tidak seanggun Salima seorang peragawati ibukota yang sempat dipacari Jalal beberapa bulan yang lalu atau tidak juga seperti Rukayah seorang artis layar lebar yang imut yang cukup manja dan kolokan terhadapnya yang sampai saat ini masih terus menguber cinta Jalal, namun Jalal hanya menganggapnya sebagai adik karena ayah mereka berdua…

Rendezvous - Prolog by Sally Diandra

Image
RENDEZVOUS PROLOG. Malam itu angin di kota Jakarta bertiup cukup kencang, tanpa terasa bau tanah basah yang mulai menyengat selalu memberikan kesegaran tersendiri diindera penciuman Jodha, bau tanah basah akibat gerimis malam itu, yang berasal dari taman mini diarea balkon sebuah hall besar disebuah hotel, sedikit membuat hati Jodha merasa nyaman daripada berada didalam hall, mendengar hingar bingar musik yang menghentak dengan keras. Ini adalah pesta sosialita pertama Jodha setelah seminggu dia bekerja bersama Madam Benazir, mantan pemain film panas papan atas yang sudah beberapa tahun ini mengundurkan diri dari industri perfilman setelah menjadi istri kedua seorang pejabat teras eselon 1 dan lebih memilih concern mendirikan bisnisnya sendiri sebuah bisnis event organizer khusus untuk kaum the have. Kalau boleh memilih, sebenarnya Jodha tidak ingin bekerja sebagai asisten pribadi Madam Benazir, namun apa daya saat itu dari beberapa lamaran pekerjaan yang dia kirimkan, Madam Benazirl…

Bila Saatnya Tiba - Epilog

Image
Epilog Bila Saatnya Tiba.Lima tahun kemudian ... “Bagaimana kandunganku dokter Salima ?” pagi itu dokter Salima mengunjungi rumah Jodha dan memeriksa kondisi kandungannya “Baik, sehat, anakmu juga sehat, Jodha”, “Terima kasih, jadi aku bisa keliling Eropa kali ini, dok ?”, “Bisa, kandunganmu ini kan sudah melalui trisemester pertama, jadi sudah aman untuk jalan jalan” tiba tiba pintu kamar Jodha terbuka “Ibuuuu ... Ibuuuu ... Ibuuuuu” seorang anak laki laki kecil berlari larian menuju kearah Jodha dan segera naik ke atas tempat tidur lalu berlindung dibalik tubuh Jodha “Hussain ... Ada apa ini ?” tak lama kemudian kembaran Hussain menyeruak masuk ke kamar Jodha dan ikut naik ke atas tempat tidur “Hussain ! Berikan bonekanya !”, “Nggak mau !”, “Berikan !” Jodha dan Salima saling tertawa satu sama lain “Maafkan mereka dokter Salima, ya gini ini nih setiap hari, selalu saja bertengkar, ada saja yang buat berantem” dokter Salima tidak merasa terganggu malah tersenyum senang “Nggak apa apa…
loading...