Loading...
Loading...

First Kiss bag 6 by Tatah Bunda Qirania

First Kiss bag 6 by Tatah Bunda Qirania. Jodha melajukan mobilnya ketempat pertemuannya dengan Jalal. Yah Jodha beberapa waktu yang lalu telah menelpon Jalal dan mereka berniat untuk bertemu. AKBAR COMPANY Jodha melihat tulisan itu tepat diatas gedung tinggi dihadapannya. Setelah memarkirkan mobil dia langsung menuju ke lantai 14 tempat dimana Jalal menunggunya. “ Saya ada janji dengan Tuan Jalaludin” ucap Jodha setelah sampai ke depan meja sekretaris Jalal. “ baik nona Jodha silahkan masuk” Sekretaris itu langsung membimbing Jodha memasuki salah satu ruangan. Jodha masuk ke kantor pribadi Jalal. Nampak Jalal sedang serius mendengarkan telepon dari seseorang. Jodha hanya berdiri di depan pintu sampai Jalal selesai menelpon. “ Silahkan duduk nona Jodha” Jalal mempersilahkan Jodha duduk di sofa tamu nya. Jodha duduk dengan tenang kali ini tidak ada kemarahan di wajah Jodha. “ Kau jual berapa aset itu? Aku akan membelinya dua kali lipat” tanya Jodha setelah dia duduk di depan Jalal. Jalal hanya tersenyum mendengarkan omongan Jodha Itu “ Kau masih saja galak ya nona Jodha? Tapi aku tidak berniat menjual aset itu” Jodha menutup mata dan menghembuskan nafasnya. “ Tapi aku berniat memberikannya nona Jodha” Jodha kembali membuka mata dan tersenyum senang. “ Syukurlah Tuhan akhirnya kau memberikannya juga” Jodha melipatkan tangannya bersyukur karena Jalal akan memberikannya. “ Tunggu nona Jodha ada yang tidak kau mengerti karena aku akan memberikan itu kepada istri ku kelak”

first kissJodha kembali frustasi dia memijat-mijat keningnya memikirnya cara apa lagi yang harus dia tempuh. “Bagaimana nona Jodha?” Tanya Jalal membuyarkan lamunan Jodha. “ Apa?” Jodha masih bingung akan pertanyaan Jalal itu. “ apa ada kesepakatan lain yang kau berikan? Kau sudah melihat bagaimana rencana ibu tiri mu bahkan aku bisa membuatnya kembali memiliki aset itu” Jalal mengingatkan Jodha lagi akan pertemuannya dengan Ruqaiyah. “ Baiklah aku menerima itu” ucap Jodha dan langsung berdiri dan bermaksud melangkah pergi tapi Jalal kembali menggodanya. “ Menerima apa Nona Jodha? Aku tidak mengerti maksudmu” ucap Jalal dengan wajah yang Innocent. Jodha membalikkan badan dengan sebal lalu melotot kepada Jalal.Jalal yang melihat itu bukannya minta maaf tapi malah tertawa dengan keras. Ada suatu rasa bahagia bisa mengalahkan Jodha dan menaklukkannya.

Sore itu jalal telah kembali dari rutinitasnya lebih cepat dari biasanya. Mr. Khan menyambutnya dan memberitahu kalau project yang di bangun sudah 70% dan akan di pastikan bisa rampung lebih cepat. “ Mr. Khan kau sudah dapat informasi kapan Mr. Bharmal kembali ke India?” Tanya Jalal kepada Mr. Khan yang berdiri di samping samping Jalal. “ beliau akan tiba besok sore tuan.” Jawab Mr. Khan “ kosong kan jadwal makan malam ku. Ada yang harus aku urus dengan Mr. Bharmal” Ada siasat lain yang dimainkan Jalal. Entah apa itu tapi untuk saat ini yang merasakan sedih yang teramat sangat adalah Jodha. Dia sekarang kembali ke kantor, dia bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang lebih agar bisa membeli kembali aset milik ibunya itu. Tapi sebesar apapun uang yang Jodha punya tidak bisa membeli apa yang dia inginkan karena aset itu tidak di jual oleh Jalal melainkan di berikan untuk istrinya kelak. “ Hanya dengan cara itu aku bisa mendapatkan kan kembali hak ibu ku” ucap Jodha lirih “ Kenapa harus aku yang menanggung ini semua ibu? Kenapa?” Jodha dalam tahap frustasi sekarang dia mengurung diri di kantor dan mematikan ponselnya.

Jam sudah menunjukka pukul 2 pagi Jodha masih saja bergelut dengan segudang aktifitasnya dan tumpukan file-file itu bahkan sekarang sudah memenuhi mejanya. Jodha lelah bahkan tidak ada anggaran lain yang harus dia jual dia bahkan sempat memikirkan akan menjual mobil kesayangannya tapi akhirnya Jodha mengurungkannya. Jodha menundukkan wajahnya di meja dia merasa sangat capek dan berat dengan kehidupannya sampai akhirnya rasa itu membuatnya tertidur di atas kursinya. Ruqaiyah memerintah semua pelayan untuk membersihkan seluruh rumah karena Mr. Bharmal akan datang. Bahkan dia tidak ragu untuk membentak dan memarahi pelayan jika ada yang membuat suatu kesalahan. “ Rumah ini seperti di neraka. Apa-apa salah kurang sedikit dibentak-bentak” Salah satu pelayan bebisik jika nyonya muda hanya suka memerintah dan se enaknya saja. “ iya sangat lain dengan nona Jodha.” Jawab pelayan yang lain. Terdengar bunyi klakson dari luar. Mr. Bharmal sudah datang, Ruqaiyah berlari dan menyambutnya. “ Apa pekerjaanmu lancar?” tanya Ruqaiyah sok perhatian kepada Mr. Bharmal. “ Kau tidak usah khawatir semuanya berjalan dengan lancar. Oh iya aku dapat kabar katanya ayahmu sudah ada kemajuan. Kau sudah menjenguknya?” tanya Mr. Bharmal “ Aku akan kesana nanti, kita berangkat bersama ya?” ujar Ruqaiyah yang hanya di balas anggukan oleh Mr. Bharmal. Mr. Bharmal dan Ruqaiyah berniat menaiki tangga tapi tiba – tiba pelayan memanggilnya. “ Maaf Tuan anda ada tamu” ucap pelayan itu “ beritahu dia untuk kembali lagi besok tuan baru saja sampai dia butuh istirahat” sahut Ruqaiyah dengan enteng.

Tapi pelayan itu masih tidak mau pergi untuk menyampaikan pesan Ruqaiyah. Sampai Mr. Bharmal bingung dengan sikap pelayan itu yang seakan sangat ketakutan. “ Ada apa? Siapa tamu itu?” tanya Mr. Bharmal. “ dia Jalaludin tuan” jawab pelayan itu. Ruqaiyah termangu , kaget “ Jalal apa yang dia lakukan di sini?” batin Ruqaiyah dia bahkan tak mampu bergerak dari tempatnya. Hal yang sama dilakukan oleh Mr. Bharmal, dia juga bingung apa yang terjadi. Akhirnya Mr. Bharmal memutuskan untuk menemuinya. Ruqaiyah juga mengikutinya dari belakang. Sesampai di ruang tamu Mr. Bharmal menyuruh Jalal duduk. “ Ada keperluan apa anda datang kesini tuan Jalaludin?” tanya Mr. Bharmal ramah. Jalal hanya tersenyum sambil menyodorkan amplob coklat kepada Mr. Bharmal. Ruqaiyah penasaran dengan amplob itu dia duduk disamping Mr. Bharmal dan ikut menyaksikan apa isi amplob itu.

Jodha dengan langkah yang terburu – buru dia turun dari kantornya. “ kenapa ayah memnuruhku ke rumah sekarang? Apa yang mau dia bicarakan” batin Jodha dia sangat terkejut ketika Mr. Bharmal menelponya dengan nada yang sangat dingin dan menyuruhnya pulang ke rumah. Jodha melajukan mobilnya menuju rumahnya. Terlihat di sana sebuah mobil asing tanpa pikir panjang Jodha langsung memasuki rumahnya. Tapi betapa terkejutnya dia ketika dia tau kalau Jalaludin juga di sana. “ Kenapa Kau ada di sini?” tanya Jodha kepada Jalal tapi Jalal hanya memandangnya dan beralih memandang ayahnya. Jodha mengikuti pandangan Jalal. “ Ayah, ada apa?” tanya Jodha Seketika itu juga Mr. Bharmal melemparkan kumpulan Foto jodha dan Jalal yang sedang tidur berduaan. Jodha terbelalak kaget. Matanya memerah menunjukkan betapa marahnya dan hancur hatinya.

“ APA MAKSUD SEMUA FOTO ITU HAH? TERNYATA KAU JUGA SEPERTI GADIS EROPA LAINNYA YANG TERPENGARUH DUNIA LUAR, AYAH SUDAH BILANG UNTUK KEMBALI KE SINI TAPI KAU MENOLAK. INI AKIBATNYA KALAU KAU BERADA LAMA DI LUAR NEGERI DAN LUPA BUDAYA MU SENDIRI” Mr. Bharmal membentak Jodha dan akan menamparnya. Tapi di halangi oleh Jalal. “ Maaf kan saya Tuan Bharmal” Jalal melindungi Jodha yang sedang menangis terisak. Jodha sudah tidak sanggup membantah dia tidak sanggup mengungkapkan kebenaannya dia sudah merasa kecewa. Sangat kecewa ternyata sang ayah juga tidak mempercaiya dan ikut dalam hasutan setan. “ Tuan Jalaludin aku tidak mau tau pokoknya aku akan menikahkan kalian sebelum foto ini tersebar di luar” ucap Mr. Bharmal. “ Tidak Tuan” Kali ini Ruqaiyah menyanggahnya. Semua mata tertuju padanya bahkan ada sedikit senyum di wajah Jalal. “ Apa maksudmu?” tanya Mr. Bharmal heran dengan sikap Ruqaiyah. “ Kau Tidak boleh menikahkan orang yang tidak saling mencintai” ujar Ruqaiyah “ Tidak Nyonya Bharmal” Kali ini Jalal dengan keberaniannya berbicara kepada Ruqaiyah “ aku sangat mencintai Jodha jadi pernikahan ini bisa terjadi” Ruqaiyah menatap Jalal tak percaya “ apa? Apa yang kau lakukan Jalal ? kenapa kau seperti ini” Ruqaiyah bergelut dengan dirinya sendiri, ada perasaan cemburu, marah, dan tidak percaya di hatinya melihat jalal akan menikah dengan anak tirinya.

“ Pernikahan kalian akan di laksanakan 1 bulan lagi. Tuan Jalal aku meminta kau mempersiapkannya” ujar Mr. Bharmal “ Tidak Tuan Bharmal aku akan mempersiapkannya dalam 2 minggu kedepan” Jalal kembali mengutarakan maksudnya. Jodha hanya bisa menangis untuk kali ini. Jalal mencoba memegang bahunya tapi Jodha menghindar dan berlari ke kamarnya. “ okeyyyy Ruqaiyah apa kau merasakan yang aku rasakan ? tidak ini masih belum berakhir masih ada kejutan lain untuk mu. Selamat menikmati “ batin Jalal yang menatap Ruqaiyah dengan senyum dan tatapan tajamnya. Jodha tidak habis pikir foto itu akan di tunjukkan kepada ayahnya. Seorang Jalaludin adalah seorang yang paling licik di dunia. Bukankan Jodha sudah menerima untuk menikah dengan nya tapi kenapa dia melakukan ini ? First Kiss bag 7 by Tatah Bunda Qirania.

loading...

Popular posts from this blog

Bila Saatnya Tiba bag 27 by Sally Diandra

Bila Saatnya Tiba bag 35 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 39 by Sally Diandra