Loading...
Loading...

Rendezvous bag 24 by Sally Diandra

Rendezvous bag 24 by Sally Diandra. Satu bulan kemudian Jodha sudah siap melenggang diatas cat walk menampilkan gaun rancangan miss Reesham Khan bersama peragawati ibukota yang lain termasuk Salima, kecerdasannya mempelajari hal baru dalam waktu singkat sangat membantu kemampuannya untuk tampil di peragaan busana tunggal yang dihelat oleh miss Reesham Khan dan tanpa Jodha duga ternyata selain Jalal, nyonya Hamida juga hadir disana bersama kedua putri dan menantunya, penampilan perdana Jodha dicat walk tidak Jodha sia siakan untuk menunjukkan ke calon mertuanya kalau dirinya sedikit demi sedikit mulai berubah, Jodha bukan lagi pengawas renovasi rumah Jalal tapi kali ini Jodha sudah mulai menyulap dirinya dengan melenggang diatas cat walk. Nyonya Hamida menatap Jodha takjub dari tempat duduknya dibarisan VVIP “Jalal, cepat sekali pacarmu ini berubah ? Ibu suka dengan perubahannya ini, itu menandakan kalau dia sungguh sungguh” Jalal tersenyum mendengar pujian ibunya tentang Jodha “Dia selalu sungguh sungguh, ibu ... apakah itu artinya ibu sudah bisa menerimanya ?” nyonya Hamida menggelengkan kepala “Belum, Jalal ... waktunya masih panjang, ini baru letupan kecil, bersabarlah sayang ...” acara peragaan busana miss Reesham Khan ditutup dengan jamuan makan malam, semua pecinta rancangan miss Reesham Khan dan para buyer dari luar negeri hadir disana termasuk Madam Benazir yang tiba tiba muncul dibelakang Jodha ketika Jodha sedang menjamu tamu tamu miss Reesham Khan “Apa kabar, Jojo” Jodha segera mengenali suara itu, suara yang selalu memanggilnya dengan sebutan Jojo “Kabar baik, Madam Benazir, rupanya anda juga pecinta rancangan miss Reesham Khan ?” kepulan asap putih dihembuskan kemuka Jodha, membuat Jodha terbatuk batuk “Dari dulu aku sudah menyukai semua rancangannya dan rupanya kamu sudah naik kelas ... bagus penampilanmu telah berubah, tidak kuno seperti dulu” Madam Benazir mencoba mengejek Jodha.

Redenvouz“Aku malah ingin mengucapkan rasa terima kasihku padamu Madam Benazir” Madam Benazir mengerutkan dahi “Aku ingin berterima kasih atas pemecatan yang telah anda lakukan ke aku, andai saja saat itu aku tidak dipecat, mungkin hari ini aku tidak akan ada disini, Madam”, “Sombong sekali kamu” Madam Benazir tidak suka dengan ucapan Jodha “Aku tidak punya hak untuk sombong, Madam ... aku mengatakan apa adanya, benar bukan ?” Jodha berusaha tetap tenang menghadapi Madam Benazir, karena Jodha sudah kebal dilecehkan oleh orang yang terbiasa hanya melihat penampilan luar saja “Kamu ...”, “Hai ... Kamu disini juga Benazir ?” Jalal segera memotong ucapan Madam Benazir ketika dilihatnya percakapan Madam Benazir dan Jodha sudah memulai memanas, Jalal yang melihatnya dari kejauhan langsung menghampiri mereka berusaha untuk merelai mereka berdua “Ooh darling ... kamu juga disini rupanya ? Bagaimana kabarmu ?”, “Baik ... aku baik baik saja, Benazir ... aku lihat ada reuni kecil disini” Madam Benazir dan Jodha saling berpandangan satu sama lain “Aku tidak menyangka saja kalau Jojo bisa berubah seperti sekarang ini” asap putih kembali mengepul dari mulut Madam Benazir “Waktu berubah maka orangpun harus berubah, Benazir ... bukan begitu, Jodha ?” Jodha hanya tersenyum masam, dirinya merasa jengah bertemu kembali dengan bekas majikannya yang nampak sombong ini “Oh iya, Jodha ... Ibu ingin bertemu denganmu, kamu belum menemuinya kan ?” Jodha mengangguk “Maaf, Madam ... saya permisi dulu, saya harus menemui tamu tamu yang lain” Madam Benazir hanya mengangkat sebelah alisnya sambil menatap sinis kearah Jodha tanpa berkata sepatah katapun, sementara Jodha mengikuti langkah Jalal menuju ke tempat ibu Hamida yang sedang berkumpul dengan anak anak dan menantunya.

“Oooh Jodha ... akhirnya kita bertemu kembali, kamu sungguh cantik malam ini, aku hanya tidak menyangka kalau kamu mulai sedikit berubah”, “Terima kasih, nyonya Hamida” Jodha berusaha merendah “Tapi benar yang dikatakan ibu, kamu memang luar biasa tadi, kami tidak mengira kalau kamu bisa seperti kak Salima” kali ini Zhannas yang ikut menimpali pembicaraan mereka “Saya belum apa apa kalau dibandingkan dengan Salima”, “Apakah kamu masuk ke agency Salima ?” Bhaksi Bano juga ikut angkat bicara “Iyaa, kak Bhaksi ... sudah 1 bulan ini saya belajar dengannya, dia yang mengajari saya segalanya”, “Baru 1 bulan ?” ibu Hamida nampak penasaran “Tapi terlihat tidak seperti baru 1 bulan belajar, Jodha ... expresi dan gayamu sangat natural sekali sama seperti model yang lain” ibu Hamida memuji Jodha tulus, sementara Jalal yang berdiri disampingnya hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka “Excusme ... bisa saya mengganggu sebentar ?” tiba tiba miss Reesham menghampiri mereka “Miss Reesham Khan ... saya sangat suka dengan rancangan terbarumu, saya dan anak anak akan membeli beberapa gaunmu nanti” binar kedua bola mata miss Reesham Khan terlihat terang dan berkilau “Terima kasih, nyonya Hamida, dengan senang hati saya akan melayani anda sekeluarga, tapi ngomong ngomong bolehkah saya pinjam Jodha sebentar ? Karena ada seseorang yang ingin bertemu dengannya” miss Reesham Khan langsung menggandeng lengan Jodha begitu ibu Hamida mengijinkan sementara Jalal menatap nanar kepergian Jodha bersama Reesham Khan yang menghilang entah kemana.

Miss Reesham Khan mengenalkan Jodha pada salah satu kliennya seorang laki laki paruh baya dengan gayanya yang perlente dengan kalung emas yang melingkar erat dilehernya “Tuan Abu Mali, kenalkan ini Jodha” tuan Abu Mali menatap Jodha dari ujung rambut sampai keujung kaki “Cantik ... luar biasa cantik, model barumu ini benar benar mempesona setiap pria termasuk aku, apa kabar nona Jodha, kenalkan saya Abu Mali” Abu Mali segera mengulurkan tangannya disambut oleh Jodha kemudian segera diciumnya jemari Jodha yang lentik, Jodha merasa kikuk diperlakukan seperti itu oleh orang yang belum dikenalnya “Tuan Abu Mali ini masternya industri entertainment Jodha, semua dia punya” tuan Abu Mali menatap Jodha dengan tatapan yang aneh dan Jodha merasa mempunyai firasat aneh dengan laki laki paruh baya ini “Betul yang dikatakan miss Reesham, kebetulan aku ada proyek baru dan aku rasa pas buat kamu, Jodha ... dan nilainya sungguh fantastis, milyaran rupiah” miss Reesham tersenyum senang mendengarnya sementara Jodha hanya tersenyum masam “Kalau kamu setuju, kamu bisa mendatangi tempatku besok, ini kartu namaku, tempatnya ada dibelakang kartu nama, aku tunggu kamu besok, kamu bisa ?” Jodha hanya mengangguk “Akan saya usahakan, terima kasih”

“Jodha, thanks God ! Kamu ada disini rupanya” Kevin tergopoh gopoh mendatangi Jodha “Ada apa Kevin ?” miss Reesham Khan kebingungan melihat raut wajah Kevin “Aah tidak tidak ada apa apa, hanya saja aku tadi diminta Salima untuk mencari Jodha karena kita mau foto bersama all models, jadi bolehkan saya pinjam Jodha ? “Silahkan, Kevin ... kami sudah selesai” ujar tuan Abu Mali sambil matanya tidak lepas menatap Jodha dengan pandangan yang aneh menurut Jodha “Maaf, saya permisi dulu” tuan Abu Mali mengangguk dengan sedikit membungkukkan badannya. Kevin segera menggeret Jodha menjauh dari mereka “Kamu tahu siapa dia ?” Jodha menatap Kevin dengan pandangan heran “Memangnya ada apa, Kev ? Dia itu tuan Abu Mali kan ?”, “Apa dia menawarkan sesuatu padamu ?” Kevin terlihat cemas sambil memegang bahu Jodha “Iyaa tadi dia menawarkan sebuah proyek baru yang katanya nilainya milyaran rupiah, tapi aku nggak tahu, apa itu proyeknya, besok aku disuruh datang menemuinya, ini dia ngasih aku kartu nama” Kevin segera mengambil kartu nama itu dan melihat dibalik kartu nama tuan “Tepat seperti dugaanku !” Jodha menatap Kevin keheranan “Apanya yang tepat, Kev ?” Jodha semakin penasaran dengan cerita Kevin “Jo, kabar yang aku dengar kalau dia suka sekali menawarkan jalan pintas ke orang orang baru yang dia suka, ya seperti kamu ini tiba tiba dapat penawaran dari dia, lihat tertera dibelakang kartu namanya ini, nama hotel, nomer kamar dan jam berapa kamu harus datang”, “Maksud kamu dia menipu ?” Kevin menggelengkan kepalanya “Dia nggak nipu, hanya saja caranya nggak fair, Jo ... kabar yang aku dengar dia bisa melejitkan nama para pendatang baru yang ingin cepat naik popularitasnya tapi dengan cara yang kotor, kamu tahu kan ?” Jodha mengernyitkan dahinya “Maksud kamu ? Melayaninya ?” Kevin mengangguk lemah sambil menatap Jodha dengan penuh cinta yang terpendam.

Kevin menatap bola mata Jodha dengan tatapan memohon sambil memegang bahu Jodha “Aku harap kamu tidak datang kesana, Jo ... dia itu serigala berbulu domba, aku nggak ingin kamu masuk ke perangkapnya” Jodha menggelengkan kepalanya “Tapi itu baru katanya kan, Kev ... siapa tahu itu hanya kabar burung, cuma gosip murahan yang ingin menjatuhkan namanya, kamu belum pernah mendapatkan bukti yang nyata kan ?”, “Tapi aku yakin gosip itu benar, Jo !”, “Kalalu begitu kita harus membuktikannya, Kevin” mata Jodha malah berbinar terang ingin membuktikan kebenarannya “Gila kamu, Jo ! Percaya sama aku, Jo ... Itu benar, it’s fact ! Aku nggak ingin terjadi apa apa sama kamu, Jo ... aku peduli sama kamu, aku sayang sama kamu Jodha” Kevin langsung merengkuh Jodha dalam pelukannya, sementara Jodha hanya diam tidak membalas pelukkan Kevin dan tanpa mereka sadari tepat pada saat itu Jalal sudah ada didepan mereka menatap Jodha yang terlihat pasrah dalam pelukkan Kevin sang fotografer. Rendezvous bag 25 by Sally Diandra.

loading...

Popular posts from this blog

Bila Saatnya Tiba bag 27 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 39 by Sally Diandra

Bila Saatnya Tiba bag 35 by Sally Diandra