Posts

Showing posts from May, 2015
Loading...
Loading...

Rendezvous bag 40 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 40 by Sally Diandra. Keesokan harinya ketika sinar matahari mulai nampak malu malu masuk ke dalam celah jendela kamar Jalal, Jalal menggeliat sambil merenggangkan tubuhnya dan berkata “Selamat pagi, sayang ...” ujar Jalal yang saat itu berbalik sambil meraba raba sesuatu disebelahnya namun tidak ditemukan apa apa disana, Jalal kaget dan segera bangun dari tidurnya, sambil mengusap usap matanya Jalal baru menyadari kalau Jodha tidak tidur disebelahnya semalam, Jalal teringat pertengkaran mereka semalam. Jalal segera bangun dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar, lalu berjalan menuju ke kamar kosong disebelah kamarnya, namun kamar itu sepi, ranjangnyapun masih rapi seperti tidak pernah dipakai, dari kamar kosong, Jalal menuju ke kamar kerja Jodha, disana juga sepi, tidak ada tanda tanda kehidupan, di kamar kerjanya pun kosong “Apakah Jodha sudah pergi pagi pagi begini ?” bathin Jalal dalam hati, Jalal segera turun ke bawah menuju dapur dilihatnya Shivani s…

First Kiss bag 10 by Tatah Bunda Qirania.

Image
First Kiss bag 10 by Tatah Bunda Qirania. Jalal dan Jodha sudah bersiap untuk take off. Ami Ja’an mengantar mereka dengan wajah yang bahagia begitupun juga Jodha. Kota yang dulu dia tinggali akan dia kunjungi kembali. Sepanjang perjalanan hanya di isi oleh kebisuan. Baik Jalal ataupun Jodha tidak terlihat akrab di pesawat. Mereka hanya duduk diam dan tidur.
Perjalanan yang panjang membawa mereka ke tujuan mereka. Paris, banyak yang bilang jika kota ini adalah kota cinta hampir separuh hidupnya Jodha lalui di kota ini. Jalal tak tau apapun tentang Paris, kota itu sangat asing baginya. “ Kita naik taksi saja, itu ada taksi” Ujar Jodha sambil menujuk taksi yang terparkir di depan Bandara “ Tidak, kita akan menggunakan jasa travel bandara. Aku rasa itu lebih aman dari pada naik taksi” Jalal tidak yakin dengan ide Jodha yang ingin naik taksi. Jodha tahu kekhawatiran Jalal karena Jalal belum berpengalaman di sana. “ Tenang saja aku akan jadi Tour Guide buat mu. Cukup turuti …

First Kiss bag 9 by Tatah Bunda Qirania

Image
First Kiss bag 9 by Tatah Bunda Qirania. Jodha dan Jalal siang itu menjadi hari yang sangat sibuk untuk mereka. Jodha datang ke Akbar Company untuk menandatangani kontrak. Banyak yang berbisik karena Jodha hanya memakai kaos dan Jeans. Insiden penelantaran di jalan membuatnya harus datang lebih lama dan tidak sempat berganti pakaian kantor. Jodha menaiki lift dan langsung menuju ke Ruang rapat. Para investor memberikan salam ketika Jodha memasuki ruangan rapat. “ Oh nona Jodha, AH maaf salah Nyoya Akbar. Anda lebih terlihat fress memakai pakaian itu” Jodha tidak tahu ucapan investor dari Dubai ini memuji atau mengejek. Yang Jodha lakukan hanya tersenyum membalas nya. Jodha duduk dan Rapat pun di mulai. Ruqaiyah dengan berlinang air mata dia kembali ke rumah. Dia membanting seluruh benda yang ada di kamarnya. “ ternyata kaku juga mempermainkan ku Jalal, aku tidak menyangka kau begitu kejam, KAU KEJAM JALAL” Ruqaiyah berteriak dan menangis terseduh-seduh. Dia tidak bisa membayangkan a…

Rendezvous bag 39 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 39 by Sally Diandra. Jalal segera mengambil kotak transparant berwarna pink yang ditemukannya tadi siang dan ditunjukkannya ke Jodha “Kamu tahu apa ini ? Bisa katakan padaku ?” Jodha terperangah melihat Jalal membawa kotak transparant itu “Kenapa kotak itu bisa ada ditangan Jalal ?” bathin Jodha dalam hati, saat itu Jalal bangun dan bergeser ke tepi ranjang kemudian berdiri, sementara Jodha masih tetap pada posisinya duduk ditepi ranjang “Jalal ... biar aku jelaskan” Jodha mulai memberanikan diri membuka pembicaraan “Apa yang harus dijelaskan, Jodha ? Kenapa penjelasan selalu datangnya terlambat setelah semuanya terbongkar ? Kenapa tidak dari dulu kamu mengatakan padaku buat apa pil KB itu ? Kenapa ? Kenapa ? Kenapa, Jodha ?” suara Jalal mulai meninggi, rahangnya mengeras dengan mata melotot membuat Jodha bergidik ketakutan, Jodha tahu kalau Jalal sedang marah akan sangat menakutkan dan malam ini Jodha bisa merasakan hal itu. “Aku ... aku .. aku minta maaf, Jalal ... a…

Rendezvous bag 38 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 38 by Sally Diandra. Sepanjang perjalanan menuju ke kantor, Jalal mengubah arahnya menuju ke rumah, dipacunya mobilnya sekencang mungkin agar segera sampai dirumahnya. Begitu sampai dirumah, Jalal bergegas masuk ke dalam rumah, tidak digubrisnya Sukaniya yang memberikan salam padanya di pintu depan, Jalal langsung menuju kekamarnya, dibukanya lemari pakaian, laci laci di meja rias Jodha, semua lemari dan laci yang ada dikamarnya “Dimana Jodha menaruh berkas berkasnya itu ?” Jalal berusaha berfikir keras memikirkan dimana Jodha menyimpan salinan kontrak kerjanya “Aku yakin, Jodha pasti menyimpan salinan kontrak kerjanya dirumah, tapi dimana itu ?” kemudian Jalal keluar kamar, menuju ke ruang kerja Jodha dan mulai sibuk membuka semua laci dan lemari lemari di ruang kerja Jodha. Sukaniya yang saat itu hendak membersihkan ruang kerja Jodha, merasa heran dengan tingkah Jalal “Tuan, tuan mencari apa ? Bisa saya bantu ?” Jalal hanya melirik sekilas kemudian menggelengkan kepa…

Rendezvous bag 37 by Sally Diandra

Image
Rendezvous bag 37 by Sally Diandra. Selama satu bulan pernikahan Jalal dan Jodha, tidak jarang Jalal selalu membahas soal anak yang akan mereka miliki nanti, berapa jumlah yang diinginkannya, rencana apa saja yang akan dirancangnya untuk anak anaknya, dan lain sebagainya dan kembali pembicaraan Jalal ini selalu membuat Jodha canggung dan kikuk didepan Jalal. Seperti malam itu ketika mereka selesai bercinta, Jodha berusaha mengutarakan maksudnya untuk merekrut Zakira menjadi asisten pribadinya. Malam itu sambil membelai rambut Jalal yang tidur diatas didadanya, Jodha berkata “Sayang, aku rasa sekarang ini aku mulai butuh seorang asisten, sekarang pekerjaanku semakin banyak dan kadang Salima tidak bisa menemaniku, kerjaan Salima kan juga mulai banyak sekarang, menurutmu bagaimana ?” Jalal yang saat itu mematutkan jemarinya yang sebelah kiri di jemari Jodha yang sebelah kanan, hanya diam sambil mencerna ucapan Jodha, sementara Jodha masih membelai rambut Jalal “Aku rasa, aku mau menggu…
loading...