Posts

Showing posts from November, 2016
Loading...
Loading...

Epilog Takdir bag 2 - TAMAT

Image
Epilog Takdir bag 2 by Meysha Lestari. Jodha tersentak merasakan perih dan sakit yang tak terkira di kepala dan perutnya. Kepalanya berdenyut-denyut ngilu dan perutnya seolah-olah baru saja di iris benda tajam.  Rasa sakitnya begitu menghujam.  Lebih-lebih tengorokannya terasa panas dan kering. Dia ingin minum.  Moti yang menungguinya segera berdiri mendengar erangan lirih Jodha.  Panggilnya, “jodha….kau sudah sadar? Jo….” Jodha dengan perlahan membuka matanya.  Yang pertama tampak olehnya wajah Moti yang tersenyum lega.  Jodha coba mengumpulkan kesadarannya. Setelah semuanya terkumpul, dia menatap sekeliling ruangan yang berwarna putih dan samar-samar tercium bau kloroform yang khas. Jodha meminta air pada moti, “aku haus moti…”  Moti segera mengambil gelas berisi air mineral dan memberi Jodha minum memakai sendok. “Kenapa kita di sini Moti?” tanya Jodha sambil menatap sekeliling.  Moti tersenyum, “kau telah melahirkan Jodha. Seorang bayi laki-laki…” Jodha menyentuh perutnya lalu tesen…

Epilog Takdir by Meysha Lestari

Image
Epilog Takdir by Meysha Lestari.Jodha merasakan seseorang menggosok-gosok tangannya dengan lembut. Ada rasa hangat menjalar kesekujur tubuhnya yang menggigil kedinginan. Sayup-sayup dia mendengar suara seseorang bicara. Jodha merasa mengenal suara itu. Dia ingin melihat siapa yang bicara, tapi matanya terasa lengket seperti di lem. Kesadaran Jodha tiba-tiba terusik saat alam bawah sadarnya berhasil mengingat apa yang baru saja di alaminya. Sebuah kecemasan menjalari hatinya. Sebuah adegan mengerikan terbayang kembali di benaknya. Adegan ketika seorang lelaki mengayunkan belati untuk menikam Jalal. Refleks Jodha berteriak histeris” Tidaaaakkkk!” Jalal yang duduk sambil menggengam tangan Jodha tersentak kaget. Dia cepat-cepat memegangi tangan Jodha dengan erat, takut kalau wanita itu coba melarikan diri lagi. Mendengar teriakan Jodha, para ratu dan pelayan berkumpul di kamar Jodha dan menatapnya dengan rasa ingin tahu. Jodha terduduk dengan nafas terengah-engah. Di wajahnya yang cantik ter…

Dejavu episode 20 by Sally Diandra

Dejavu episode20 by Sally Diandra

Empat tahun kemudian ,,,, Setelah selama 2 tahun menjadi co-as di sebuah rumah sakit umum di Jakarta, Jodha kemudian mengambil PTT di pedalaman Kalimantan selama 2 tahun, begitu memasuki tahun 3 Jodha mengajukan pindah ke daerah pinggiran Jakarta atas permintaan ayahnya karena kedua adiknya Sukaniya dan Shivani melanjutkan kuliahnya di ibukota. Ayah Jodha sengaja membeli sebuah rumah untuk mereka tinggali bertiga plus seorang pembantu yang bisa membantu semua keperluan mereka di rumah tersebut. Saat itu Sukaniya sudah berada di tahun terakhir kuliahnya di fakultas ekonomi, Sukaniya termasuk mahasiswa yang cukup serius untuk urusan belajar, sementara adik bungsu Jodha, Shivani baru masuk kuliah semester kedua di fakultas hubungan internasional, Shivani termasuk anak yang periang dan manja, ayah Jodha meminta agar Jodha bertanggung jawab penuh pada Shivani, terutama soal pergaulannya dengan laki laki ,,,, Malam itu, Shivani sedang berjalan mondar mandir …

Dejavu episode 19 by Sally Diandra.

Dejavu episode 19 by Sally Diandra. Sepeninggal Jalal, Rukayah dan Moti segera masuk ke dalam kamar Jodha, begitu dilihatnya wajah Jalal tidak bersahabat seperti biasanya, ketika mereka masuk dilihatnya Jodha sedang terduduk lemas dilantai sementara kepalanya menelungkup di tepi ranjang sambil menangis sesenggukkan.

“Jodha, apa yang terjadi ? Kamu bertengkar lagi sama Jalal ?” Moti dan Rukayah segera menghampiri Jodha dan memberikan dukungannya namun Jodha masih asyik menangis “Katakan ada apa, Jo ? Mungkin kami bisa membantu” sela Rukayah, Jodha berbalik menatap ke arah kedua sahabat dekatnya yang selalu ada untuknya “Motiiiiii ,,,” Jodha segera memeluk Moti sambil terus menangis
“Menangislah, Jo ,,, kalau dengan menangis bisa membuatmu tenang, bisa sedikit mengangkat bebanmu, menangislah ,,, kami akan selalu ada untukmu” Moti membelai rambut Jodha berulang kali sementara Rukayah mengelus elus lengan Jodha, mereka berdua memang membiarkan Jodha menumpahkan segalanya, begitu Jodha mer…
loading...